Pages

Total Pageviews

18 November 2010

Syukurkah aku?



Kurniaan Allah!
Firman Allah;
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan." (QS. 2:164)

Indah dan luasnya kurniaan Allah kepada manusia. Justeru adakah kita mensyukurinya? Kita buat satu perbandingan mengenai nikmat,
Si ayah menghadiahkan anaknya sebuah komputer riba lalu si anak berpaling dengan gembira lalu mengucapkan terima kasih dan memeluk ayahnya dengan erat. I love YOU, dad!
sebentar tadi merupakan situasi kurnia manusia sesama manusia. Tapi bagaimana pula rasa terima kasih itu dilontarkan pada sang Khalik kerana kurniaNya pada hambaNya?

Firman Allah;
"Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. 55:18)

Tak disedari?
Tanpa kita sedari segala dunia dan isinya, tubuh badan dan sendi-sendinya adalah nikmat Allah kepada manusia yang berakal. Mengapa dikatakan berakal? Sebab hanya insan-insan yang tidak menggunakan akalnya yang tidak tahu mensyukuri nikmat yang diberikan padanya. Segala mata, biji mata, bulu mata hingga ke kaca mata semuanya adalah milikNya yang dipinjamkan kepada kita. Amat wajarlah kita menggunakan kesemua pinjaman itu dengan sebaiknya.

Bayangkan jika kita meminjam sebatang pensel daripada rakan kita tetapi setelah dikembalikan pensel itu sudah terpatah dua. Apakah respon rakan kita itu? Fikirkan! Lalu jika pinjaman dari Allah itu tidak digunakan dengan sebaiknya, sungguh wajarlah untuk Allah memurkai si peminjam itu.

Rasulullah bersabda;
" Setiap perbuatan baik yang tidak dimulai dengan memuji Allah, tidak sempurnalah perbuatan itu."(HR. Abu Daud dan lainnya)

Persoalan!
Lalu terbit sebuah persoalan, bagaimana untuk mensyukuri nikmat Allah tersebut?

Ibnu Qudamah menjelaskan bahwa, "Syukur itu dengan hati, lisan dan anggota badan”. Syukur dengan hati adalah mengakui nikmat tersebut dari Yang Memberi nikmat, berasal dariNya dan atas keutamaan-Nya. Dengan kata lain syukur dengan hati ialah niat melakukan kebaikan dan tidak menampakkannya kepada manusia.

Syukur dengan lisan yaitu selalu memuji Yang Memberi nikmat, menyebut nikmat itu, mengulang-ulangnya serta menampakkan nikmat tersebut, Allah s.w.t. berfirman, artinya,“Dan terhadap nikmat Rabbmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutNya (dengan bersyukur)”.(Ad-Dhuha [93]:11)

Syukur dengan anggota badan iaitu tidak menggunakan nikmat tersebut, kecuali dalam rangka ketaatan kepada Allah s.w.t., berwaspada dari menggunakan nikmat untuk kemaksiatan kepada-Nya. Setelah kita tahu hakikat dan jenis-jenis syukur, maka marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah kita telah bersyukur dengan benar, apakah kita telah sejujurnya mencintai Allah, telah tunduk dan mengakui nikmat dan keutamaan yang diberikan Allah? Apakah kita telah benar-benar memuji Allah, adakah kesyukuran itu telah mempengaruhi hati kita, lisan kita dan seluruh tindak tanduk, akhlak dan pergaulan kita?[Link]

Firman Allah;
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (ni'mat)-Ku. (QS. 2:152)



Peristiwa Bersejarah
Pada 15 November 2010, buat julung-julung kalinya diadakan Hari Anugerah Kokurikulum (HAK) kali ke-1 di Sekolah Menengah Kebangsaan Tobobon. Alhamdulillah pada hari itu saya dijadualkan untuk menerima Anugerah Cemerlang Kokurikulum Pasukan Kadet Bomba dan Penyelamat. Dan tidak disangka-sangka saya juga merangkul Anugerah Tokoh Pelajar Lelaki pada hari tersebut. 'Segala puji hanya bagi Allah', itulah kata yang dilafazkan sewaktu diumumkan sebagai tokoh pelajar. “Barangsiapa yg bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yg tiada disangka-sangkanya.”

Gambar Plak dan Sijil!












Akhir kata
Akademik nombor 1, tapi DAKWAH BUKAN NOMBOR 2! Bersama-samalah kita menjadi berusaha menjadi khalifah sepertimana
Firman Allah;

Allah: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi".

Malaikat: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?"

Allah : "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (QS. 2:30)

Janganlah kita mengiyakan persoalan malaikat bahawa kita ini perosak bumi Allah serta berusahalah bersungguh-sungguh untuk mendapat kepercayaan Allah bahawa kita ini adalah khalifah!


SubhanakAllahumma wabihamdik, ashaduallah ila a illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.

2 comments:

  1. mabruk ya!!

    "Ya Allah..kau jadikanlah aku seorang hamba yg bersyukur.."amiin..

    ReplyDelete
  2. Bersyukurla kita ke atas nikmat yg tlh diberikan kpd kita...Jangan biarkn peristiwa kamusnahan kaum2 terdahulu spt Kaum Lut berulang lagi, hanya disebabkan keegoan kita yg tinggi..Ingtla, sehebat manapun kita, kita ttp seorg hamba..iaitu hambaNya..

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...